<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surau Baitul Amin-6 Bekasi &#187; Sedih</title>
	<atom:link href="http://www.baitulamin6.org/tag/sedih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.baitulamin6.org</link>
	<description>Dibawah naungan Yayasan Prof.Dr.H.SS.Kadirun Yahya .MSc</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 05:25:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Sedih (jangan bersedih)</title>
		<link>http://www.baitulamin6.org/sedih-jangan-bersedih.htm</link>
		<comments>http://www.baitulamin6.org/sedih-jangan-bersedih.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 09:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.baitulamin6.org/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy Allah swt. berfirman: &#8220;Dan mereka akan mengatakan (ketika berada di surga), &#8216;Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kita&#8217;.&#8221; (Q.s. Fathir: 34). Diriwayatkan darl Abu Sa&#8217;id al Khudry bahwa Rasulullah saw. bersabda: &#8220;Tidak sesuatu pun keburukan menimpa seorang hamba yang beriman, apakah itu penderitaan, penyakit, kesedihan, atau rasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy</p>
<p style="text-align: justify;">Allah swt. berfirman:<br />
&#8220;Dan mereka akan mengatakan (ketika berada di surga), &#8216;Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kita&#8217;.&#8221; (Q.s. Fathir: 34).</p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan darl Abu Sa&#8217;id al Khudry bahwa Rasulullah saw. bersabda:<br />
&#8220;Tidak sesuatu pun keburukan menimpa seorang hamba yang beriman, apakah itu penderitaan, penyakit, kesedihan, atau rasa sakit yang merisaukannya, kecuali Allah swt. akan mengampuni dosa-dosanya.&#8221; (H.r. Ahmad, Bukhari Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Sedih (huzn) adalah keadaan yang menyelamatkan hati tersesat lembah kealpaan. Dan kesedihan adalah salah satu sifat para ahli penempuh jalan ruhani (suluk).</p>
<p><span id="more-101"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Syeikh Abu Ali ad Daqqaq r.a. berkata, &#8220;Orang yang dipenuhi kesedihan mampu menempuh jalan Allah dalam waktu satu bulan, sepanjang jarak yang tidak bisa ditempuh dalam waktu satu tahun oleh orang yang tidak memiliki kesedihan.&#8221; Dalam hadis dikatakan, &#8220;Sesungguhnya Allah mencintai setiap hati yang sedih.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Kitab Taurat disebutkan, &#8220;Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menempatkan suatu penyedih dalam hatinya, dan jika Dia membenci seorang hamba, maka ditempatkan Nya sebuah seruling dalam hatinya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan bahwa Rasulullah saw. selalu berada dalam keadaan sedih dan merenung sepanjang masa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisyr bin Harits mengatakan, &#8220;Sedih adalah raja, Manakala dalam sebuah tempat, tidak akan sudi menerima orang lain tinggal bersamanya. &#8221;<br />
Dikatakan, &#8220;Jika tidak ada kesedihan dalam hati, maka ia akan menjadi rusak, sebagaimana sebuah rumah akan menjadi roboh manakala tidak ada orang yang tinggal di dalamnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Sa&#8217;id al Qurasyi berkomentar, &#8220;Air mata kesedihan membuat orang buta, tetapi air mata kerinduan meredupkan pandangan, namun tidak membutakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah swt. berfirman, “Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan ia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya)”. (Q.s Yusuf:84).  Ibnu Khafif menjelaskan, &#8220;Sedih adalah mencegah diri dari bangkit mencari kesenangan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Rabi&#8217;ah al Adawiyah mendengar seorang laki-Iaki meratap, &#8220;Aduhai, kesedihan!&#8221; Rabi&#8217;ah menyela, &#8220;Katakanlah, kesedihan kita!” Jika engkau benar benar bersedih, niscaya engkau tidak akan bisa bernafas.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sufyan bin &#8216;Uyainah mengatakan, &#8220;Apabila ada seorang tertimpa kesedihan dan menangis di kalangan suatu kaum, maka Allah swt. akan mengasihani mereka semua karena air matanya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dawud ath-Tha&#8217;y ketika tertimpa kesedihan, dan di malam hari ia akan berdoa, &#8220;Ilahi, kerinduanku terhadap Mu membuat diriku gelisah dan menghalangi antaraku dengan tidurku.&#8221; Dan Allah pun menjawab, &#8220;Bagaimana mungkin bagi seorang yang penderitaannya diperbarui setiap saat, akan mencari penghiburan dari kesedihan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan, &#8220;Sedih menahan orang dari makan, sedangkan takut, menahannya dari dosa.&#8221;  Salah seorang Sufi ditanya, &#8220;Dengan apa kesedihan manusia dinilai?&#8221; Ia Menjawab, &#8220;Dengan banyaknya ratapan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">As Sary as-Saqathy berkata, &#8220;Aku ingin sendainya kesedihan seluruh manusia di Muka bumi ini ditimpakan kepadaku.&#8221; Banyak orang telah berbicara tentang kesedihan, dan mereka semua mengatakan bahwa hanya kesedihan yang diilhami oleh kepedulian akhiratlah yang patut dipuji, sedang kesedihan karena dunia ini patut dicela.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi Abu Utsman al-Hiry menjelaskan, &#8220;Kesedihan dalam semua seginya adalah suatu keutamaan dan peningkatan bagi seorang beriman, selama kesedihan itu bukan karena dosa. Sekalipun kesedihan itu tidak menghasilkan satu derajat khusus, ia akan membawakan pengampunan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang syeikh tertentu, apabila murid-muridnya akan pergi melakukan perjalanan, ia akan berpesan, &#8220;Jika engkau melihat seorang yang sedang bersedih, sampaikanlah salamku kepadanya!&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq berkata, &#8220;Salah seorang Sufi bertanya kepada matahari selagi terbenam, Apakah hari ini engkau telah menyinari seorang yang tertimpa kesedihan&#8217;?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Orang tidak pernah melihat Hasan al-Bashry tanpa mengira bahwa ia baru saja mengalami bencana.  Ketika Fudhail bin &#8216;Iyadh meninggal dunia, Waki&#8217; mengatakan, &#8220;Hari ini kesedihan telah lenyap dari muka bumi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Salah seorang dari kaum Muslimin generasi salaf berkata, &#8220;Sebagian besar dari apa yang ditemukan oleh seorang beriman dalam catatan amal perbuatan baiknya adalah penderitaan dan kesedihan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Fudhail bin &#8216;Iyadh berkomentar, &#8220;Kaum salaf mengatakan, &#8216;Setiap sesuatu ada zakatnya, dan zakat hati adalah kesedihan yang panjang&#8217;.&#8221;  Ketika Abu Utsman al-Hiry ditanya tentang kesedihan, ia menjawab, &#8220;Orang yang sedih adalah yang tidak punya waktu untuk menyibukkan diri dengan pertanyaan tentang kesedihan. Maka berjuanglah untuk mencari kesedihan, lalu bertanyalah.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.baitulamin6.org/sedih-jangan-bersedih.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
