<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surau Baitul Amin-6 Bekasi &#187; Fenomena Lia Aminuddin</title>
	<atom:link href="http://www.baitulamin6.org/tag/fenomena-lia-aminuddin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.baitulamin6.org</link>
	<description>Dibawah naungan Yayasan Prof.Dr.H.SS.Kadirun Yahya .MSc</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 05:25:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Fenomena Lia Aminuddin Ekstrimitas Spiritual yang Menyimpang</title>
		<link>http://www.baitulamin6.org/fenomena-lia-aminuddin-ekstrimitas-spiritual-yang-menyimpang.htm</link>
		<comments>http://www.baitulamin6.org/fenomena-lia-aminuddin-ekstrimitas-spiritual-yang-menyimpang.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 10:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Lia Aminuddin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.baitulamin6.org/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Lia Aminudin dengan Edennya, hanyalah sepenggal dari perjalanan sejarah spiritual dalam dunia Islam. Barangkali banyak Lia Aminudin yang lain, yang gerakan, proses, organisasi, sistematisasi yang berbeda-beda, yang mengataskan &#8220;Wahyu&#8221;, mengatasnamakan sakralisme, missi kesucian, dan bahkan Mahdiisme. Padahal gerakan dan latar belakangnya, tidak jauh dari sebuah gerakan metafisikal, kebatinan, dan hampir-hampir menyerupai keparanormalan. Banyak model dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lia Aminudin dengan Edennya, hanyalah sepenggal dari perjalanan sejarah spiritual dalam dunia Islam. Barangkali banyak Lia Aminudin yang lain, yang gerakan, proses, organisasi, sistematisasi yang berbeda-beda, yang mengataskan &#8220;Wahyu&#8221;, mengatasnamakan sakralisme, missi kesucian, dan bahkan Mahdiisme. Padahal gerakan dan latar belakangnya, tidak jauh dari sebuah gerakan metafisikal, kebatinan, dan hampir-hampir menyerupai keparanormalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak model dan kemiripan atas nama spiritualisme, bahkan atas nama Sufisme yang berkembang, tetapi justru lebih banyak yang menyesatkan, hanya karena kemiripan, keserupaan. Tetapi hakikatnya tidak sama dengan ajaran dan kebenaran yang hakiki.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana dalam sejarah perkembangan tasawuf dan thariqat, ada saja, sempalan-sempalan tasawuf dan thariqat yang jauh dari ajaran kaum Sufi, lalu mengklaim dirinya sebagai kebenaran yang dijanjikan. Akhirnya mereka yang anti tasawuf pun membuat analisa gradual, tidak karuan, menuduh bahwa Tasawuf tidak lebih dari ajaran yang menyimpang tersebut.</p>
<p><span id="more-77"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat dan ummat yang awam, seringkali terbawa arus yang menjengahkan. Di tengah-tengah krisis ekonomi, politik, dan budaya, masyarakat mencari yang serba instant, serba cepat, serba ingin berubah dalam kebangkitan dari keterburukan nasibnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kalangan pejabat sampai ke tukang lontong, ramai-ramai pergi ke dukun. Dan dari dukun elit sampai kelas teri ramai-ramai memasang iklan di media massa. Maka Lia, adalah sudut yang unik di tengah-tengah krisis ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ummat awam sulit membedakan mana seseorang kerasukan Jin, mana yang meraih Mukasyafah Ilahi, mana yang mendapatkan ilham melalui Malaikat, mana yang merupakan bisikan hawa nafsu, mana yang merupakan godaan-godaan syetan yang terus menarik ulur jiwa manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab syetan pun bisa mengaku dirinya Allah, mengaku dirinya malaikat, mengaku dirinya seorang wali, mengaku dirinya jelmaan tokoh ini dan tokoh itu. Jin pun, yang muslim, bisa membawa ayat-ayat, bahkan juga bisa menempel pada orang yang meruqyah agar orang terbebas dari gangguan Jin, manakala Jin yang menempel itu lebih hebat dari yang diruqyah, tanpa disadari oleh peruqyahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Iblis pun punya strategi dahsyat dalam merekayasa, agar ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dan hadits bisa dimanfaatkan untuk kepentingan hawa nafsu, agar para pelakunya kehilangan tujuan luhur dibalik ibadah dan amaliyahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita pun tahu, bagaimana Dajjal kelak berdakwah, dan Dajjal akan memutarbalikkan tafsir ayat demi ayat untuk mendukung kejahatan globalnya. Dan Dajjal-dajjal kecil bertaburan dengan karakter yang sama, dengan model budaya yang berbeda (lihat Lia Aminuddin dan ajaran Agama Salamullah).</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa banyak saat ini ahli-ahli tafsir jalanan, seperti pengamen spiritual yang menodong umat agar mengikuti seleranya, mengikuti doktrinnya, merespon positif kesesatannya. Betapa banyak sekarang kaum muda, cendekiawan, pakar-pakar yang merasa menjadi corong kebenaran, padahal baru saja ia &#8220;terkejut&#8221; dengan ajaran, dengan sock terapi, dengan ketakberdayaan menghadapi zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mendapatkan pelarian, yang sebenarnya tidak lebih dari kekecewaan dan keputusasaan. Tempat pelarian mana pun yang dianggap instant, itulah dianggap kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan memang, dalam sejarah Islam selalu bermunculan: Jika bukan ekstrimitas formal yang radikal, formalisme pinggiran, yang berujung pada terorisme dan kekerasan, maka, pada saat yang sama juga akan muncul ekstrimitas spiritual yang membawa bendera kesucian dalam keterpedayaan &#8220;tipudaya&#8221; dirinya sendiri. Ghurur (tipudaya) selalu menyelimuti aktivitas keagamaan dimana pun, jika tidak memandang Islam secara syar&#8217;i maupun hakiki.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena ghurur dunia ghaib, memang paling kontroversial dalam soal penyimpangan dan pembenaran. Ditangkapnya Lia Aminuddin yang kemudian jadi tersangka, sungguh merupakan suatu drama spiritual yang mengernyitkan dahi kita semua,</p>
<p style="text-align: justify;">di tengah-tengah maraknya aktivitas media massa yang mengeksploitir dunia ghaib, baik langsung maupun secara teaterikal di TV. Kenaifan demi kenaifan pun datang dari koridor hukum, Undang-undang, yang sungguh memerlukan porsi dan kejelasan, siapa, bagaimana, sebuah gerakan spiritual harus diadili.</p>
<p style="text-align: justify;">Selebihnya, fenomena munculnya Lia juga harus dijadikan refleksi para Ulama dan para Sufi serta para tokoh Muslim di negeri ini, kenapa ummat Islam seringkali terseret oleh hal-hal yang menyesatkan? Apakah ini merupakan bagian &#8220;ujian&#8221; dari kemunduran ummat dan kebodohan para Ulamanya? Lalu ummat dikapling-kapling oleh janji-janji spiritual yang memuakkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hikmah, Kebjaksanaan, Kearifan, adalah khazanah paling berharga bagi ummat. Dan kini telah hilang dari kotak persembunyian.<br />
Carilah hikmah yang hilang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa Ajaran Lia Aminuddin</p>
<p style="text-align: justify;">1. Malaikat Jibril akan turun lagi ke bumi dan bersemayam di dalam diri Lia Aminuddin, oleh sebab itu dimana pun Lia berada selalu bersama Jibril Alaihi Salaam.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Lia Aminuddin mengaku menjadi juru bicara Jibril Alaihissalaam, dan mengaku sebagai Nabi &amp; Rasul.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Lia Aminuddin mengaku mendapatkan wahyu.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Lia Aminuddin mengaku mendapatkan mukjizat.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Agama yang dibawa oleh Lia Aminuddin bernama Salamullah/agama perenialisme yang menghimpun seluruh agama.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Lia Aminuddin mengaku sebagai Imam Mahdi.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Ahmad Mukti (puteranya) dianggap sebagai Nabi Isa.</p>
<p style="text-align: justify;">8. Abdul Rahman diyakini sebagai Wakil/Imam Besar Ajaran Salamullah.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Air sumur Salamullah berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit</p>
<p style="text-align: justify;">10. Mencukur semua jenis rambut yang ada dalam tubuh, mulai dari rambut kepala, ketiak dan lain-lain, lalu membakarnya, hal itu dianggap sebagai bentuk ibadah yang diperintahkan &#8220;Jibril&#8221; melalui Lia Aminuddin. Barangsiapa yang telah melakukan itu sama dengan bayi yang baru dilahirkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.baitulamin6.org/fenomena-lia-aminuddin-ekstrimitas-spiritual-yang-menyimpang.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
