dari : Syeikh Abul Qasim Al-Qusyairy
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (H.r Bukhari Musliln dan Abu Dawud).
Dari Abu Umamah, bahwasanya ‘Uqbah bin Amir bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?” Beliau menjawab, “Jagalah lidahmu, berpuaslah dengan rumahmu, dan menangislah untuk dosa dosamu. ” (H.r. Tirmidzi).
Syeikh ad-Daqqaq berkata, “Diam mencerminkan rasa aman dan merupakan aturan yang mesti dilaksanakan; penyesalan akan mengikutinya apabila orang terpaksa mencegahnya. Seharusnya dalam diam, mempertimbangkan di dalamnya hukum syara’, perintah-perintah dan larangan larangan harus dipatuhi di dalam sikap diam. Diam pada waktu yang tepat adalah termasuk sifat para tokoh. Begitupun bicara pada tempatnya merupakan karakter yang mulia.”

Posted in
Tags:

