Sedih (jangan bersedih)

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Dan mereka akan mengatakan (ketika berada di surga), ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kita’.” (Q.s. Fathir: 34).

Diriwayatkan darl Abu Sa’id al Khudry bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Tidak sesuatu pun keburukan menimpa seorang hamba yang beriman, apakah itu penderitaan, penyakit, kesedihan, atau rasa sakit yang merisaukannya, kecuali Allah swt. akan mengampuni dosa-dosanya.” (H.r. Ahmad, Bukhari Muslim).

Sedih (huzn) adalah keadaan yang menyelamatkan hati tersesat lembah kealpaan. Dan kesedihan adalah salah satu sifat para ahli penempuh jalan ruhani (suluk).

Ubudiyah

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan.” (Q.s. AI Hijr: 99).

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al Khudry dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah swt. dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya: Imam yang adil; pemuda yang bersemangat dalam ibadat kepada Allah swt.; seseorang yang hatinya berkait dengan masjid sejak saat ia keluar hingga kembali (ke masjid); dan dua orang yang saling mencintai karena Allah, yang bertemu dan berpisah karena Allah; seseorang yang mengingat Allah swt. hingga air matanya mengalir, serta seseorang yang digoda seorang wanita baik dan cantik, lantas menjawab dengan ucapan, Aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam,’, dan seseorang yang bersedekah dengan diam diam hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya.” (H.r. Bukhari Muslin2, Tirmidzi dan Nasa’i).

Bahaya Pergunjingan

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik saudaranya kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menerima tobat lagi Maha penyayang. (Q.s. Al 14ujurat: 12).

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa ada seseorang laki-laki yang ikut duduk bersama Rasulullah saw, kemudian ia pergi. Salah seorang yang hadir berkata, “Alangkah lemahnya orang itu.” Rasulullah saw. bersabda, “Engkau telah memakan daging saudaramu ketika engkau menggunjingnya.”

Allah swt. mewahyukan kepada Musa as, “Barangsiapa meninggal dengan bertobat dari menggunjing, akan menjadi orang terakhir Yang masuk surga, dan barangsiapa meninggal dengan berterus-terusan melakukan pergunjingan itu, akan menjadi orang yang pertama masuk neraka.”

Ridho

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepadaNya.” (Q.s. Al Maidah: 119; Al Bayyinah: 8.)

Jabir r.a. mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Para penghuni surga akan berada di dalam sebuah majelis ketika suatu cahaya dari pintu gerbang surga menyinari mereka. Mereka akan mengangkat kepala dan Allah swt. akan memandang mereka dan berfirman, “Wahai penghuni surga, mintalah kepada Ku apa yang kalian menginginkan!” Mereka akan menjawab, ‘Kami mohon agar Engkau ridha kepada kami.’ Allah swt. menjawab, ‘Keridhaan Ku telah membawa kalian ke rumah Ku, dan Aku telah memberi kalian kemuliaan Ku. Ini adalah saat yang tepat, maka bermohonlah kepada Ku!’ Mereka menjawab, ‘Kami memohon tambahan selain ini’.”

Selanjutnya Rasul saw. bersabda, “Kemudian mereka akan dibawakan kendaraan istimewa dari mutu manikam, kendalinya dari zamrud hijau dan manikam merah. Mereka menaikinya, dan kendaraan itu akan melesat cepat melebihi kecepatan penglihatan mata. Lalu Allah swt.

memerintahkan buah-buahan yang lezat serta bidadari supaya dibawa kepada mereka, dan para bidadari itu akan berkata, ‘Kami adalah penghibur kenikmatan yang gemulai, dan kami tidak akan menjadi layu. Kami abadi dan tidak akan mati. Jodoh bagi kaum beriman yang mulia.’

Kejujuran

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (Q.s. At-Taubah: 119).

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Jika seorang hamba tetap bertindak jujur dan berteguh hati untuk bertindak jujur, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur; dan jika ia tetap berbuat dusta dan berteguh hati untuk berbuat dusta, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (H.r. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Kejujuran (shidq) adalah tiang penopang segala persoalan, dengannya kesempurnaan dalam menempuh jalan ini tercapai, dan melaluinya pula ada tata aturan. Kejujuran mengiringi derajat kenabian, sebagaimana difirmankan Allah swt.:

“…maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dan orang-orang yang menetapi kejujuran (shiddiqin), para syuhada’ dan orang orang saleh.” (Q.s. An-Nisa’: 69).

Best Verizon Cell Phone Deals and Plans | Thanks to CD Rates, Reverse Phone Lookup and Registry Software