Archive for February, 2010

Ridho

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepadaNya.” (Q.s. Al Maidah: 119; Al Bayyinah: 8.)

Jabir r.a. mengabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Para penghuni surga akan berada di dalam sebuah majelis ketika suatu cahaya dari pintu gerbang surga menyinari mereka. Mereka akan mengangkat kepala dan Allah swt. akan memandang mereka dan berfirman, “Wahai penghuni surga, mintalah kepada Ku apa yang kalian menginginkan!” Mereka akan menjawab, ‘Kami mohon agar Engkau ridha kepada kami.’ Allah swt. menjawab, ‘Keridhaan Ku telah membawa kalian ke rumah Ku, dan Aku telah memberi kalian kemuliaan Ku. Ini adalah saat yang tepat, maka bermohonlah kepada Ku!’ Mereka menjawab, ‘Kami memohon tambahan selain ini’.”

Selanjutnya Rasul saw. bersabda, “Kemudian mereka akan dibawakan kendaraan istimewa dari mutu manikam, kendalinya dari zamrud hijau dan manikam merah. Mereka menaikinya, dan kendaraan itu akan melesat cepat melebihi kecepatan penglihatan mata. Lalu Allah swt.

memerintahkan buah-buahan yang lezat serta bidadari supaya dibawa kepada mereka, dan para bidadari itu akan berkata, ‘Kami adalah penghibur kenikmatan yang gemulai, dan kami tidak akan menjadi layu. Kami abadi dan tidak akan mati. Jodoh bagi kaum beriman yang mulia.’

Kejujuran

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (Q.s. At-Taubah: 119).

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Jika seorang hamba tetap bertindak jujur dan berteguh hati untuk bertindak jujur, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur; dan jika ia tetap berbuat dusta dan berteguh hati untuk berbuat dusta, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (H.r. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Kejujuran (shidq) adalah tiang penopang segala persoalan, dengannya kesempurnaan dalam menempuh jalan ini tercapai, dan melaluinya pula ada tata aturan. Kejujuran mengiringi derajat kenabian, sebagaimana difirmankan Allah swt.:

“…maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dan orang-orang yang menetapi kejujuran (shiddiqin), para syuhada’ dan orang orang saleh.” (Q.s. An-Nisa’: 69).

Istiqamah

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka, ‘Hendaknya kamu sekalian tidak takut dan tidak gelisah, dan hendaknya kamu sekalian bergembira dengan surga yang telah dijanjikan untuk kamu sekalian.” (Q.s. Fushshilat: 30).

Riwayat dari Tsauban, bekas budak Rasulullah saw, menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Berteguh-hatilah (istiqamahlah) kamu, meskipun kamu tidak akan mampu melakukan sepenuhnya. Ketahuilah bahwa bagian terbaik dari agamamu adalah shalat, dan tiada seorang yang akan memelihara wudhu, kecuali orang yang beriman.” (H.r. Ahmad, Ibnu Majah, Hakim dan Baihaqi).

Syeikh Ali ad-Daqqaq berkata, “Istiqamah adalah derajat yang menjadikan urusan-urusan seseorang menjadi baik dan sempurna, dan memungkinkannya untuk mencapai manfaat manfaat secara tetap dan teratur. Upaya dan perjuangan orang yang tidak teguh hati akan sia-sia.”

Memahami tentang: Iradat

Dari : Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Firman Allah swt.:
“Dan janganlah kamu mengusir orang orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki Wajah Nya.” (Q.s. AI An’aam: 52).

Diriwayatkan oleh Anas ra., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan mempekerjakannya.” Seseorang bertanya, “Bagaimana Dia mempekejakannya, wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Dia akan memberinya pertolongan untuk amal saleh sebelum mati.” (H.r. Tirmidzi).

Kehendak (iradat) adalah jalan permulaan para penempuh dan nama tahapan pertama dari mereka yang menempuh jalan menuju Allah swt. Sifat ini disebut “kehendak” (iradat) hanya karena kehendak mendahului setiap masalah sedemikian rupa, sehingga bila seorang hamba tidak menghendaki sesuatu, ia pun tidak akan melakukannya.

Ikhlas

dari Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih (dari syirik).” (Q.s. Az Zumar: 3).

Anas bin Malik r.a. menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Belenggu tidak akan masuk ke dalam hati seorang Muslim jika ia menetapi tiga perkara: IkhIas beramal hanya bagi Allah swt, memberikan nasihat yang tulus kepada penguasa, dan tetap berkumpul dengan masyarakat Muslim.” (H.r. Ahmad, dikategorikan shahih oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Hajar).

Ikhlas berarti bermaksud menjadikan Allah swt. sebagai satu-satunya sesembahan. Sikap taat dimaksudkan adalah taqarrub kepada Allah swt, mengesampingkan yang lain dari makhluk, apakah itu sifat memperoleh pujian ataupun penghormatan dari manusia.

Best Verizon Cell Phone Deals and Plans | Thanks to CD Rates, Reverse Phone Lookup and Registry Software