Archive for February, 2010

Ber-Syukur

Allah swt. berfirman:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat pemberian Ku) kepadamu.” (Q.s. Ibrahim: 7).

Diriwayatkan oleh Yahya bin Ya’la dari Abu Khabab, dari Atha’ yang berkata, “Aku bersama Ubaid bin Umair mengunjungi Aisyah r.a. dan berkata kepadanya, ‘Ceritakanlah kepada kami sesuatu yang paling mengagumkan yang Anda lihat pada Rasulullah. saw.!’ Beliau menangis dan bertanya, ‘Adakah yang beliau lakukan, yang tidak mengagumkan?

Suatu malam, beliau datang kepadaku, dan kami tidur di tempat tidur hingga tubuh beliau bersentuhan dengan tubuhku. Setelah beberapa saat, beliau berkata, ‘Wahai putri Abu Bakr, izinkanlah aku bangun untuk beribadat kepada Tuhanku!’ Aku menjawab, “Saya senang berdekatan dengan Anda,’ tapi aku mengizinkannya.

Kemudian beliau bangun, pergi ke tempat kantong air dan berwudhu dengan mencucurkan banyak air, lalu shalat. Beliau mulai menangis hingga air matanya membasahi dadanya, kemudian beliau ruku’ dan terus menangis, lalu sujud dan terus menangis, lalu mengangkat kepala dan terus menangis. Terus menerus beliau dalam keadaan demikian sampai Bilal datang dan memanggil beliau untuk shalat subuh.

Bersabarlah

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:

“Bersabarlah, dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah.” (Q.s. An Nahl: 127). Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Aisyah menuturkan hadis berikut ini dari Rasulullah saw. yang bersabda:  “Sabar (yang sebenarnya) itu adalah pada saat menghadapi cobaan yang pertama.” (H.r. Bukhari, Tirmidzi dan Nasa’i).

Kemudian sabar dibagi dalam beberapa macam: Sabar terhadap apa yang diupayakan, dan sabar terhadap apa yang tanpa diupayakan. Mengenai sabar dengan upaya, terbagi menjadi dua: Sabar dalam menjalankan perintah Allah dan sabar dalam menjauhi larangan Nya.

Mengenai sabar terhadap hal hal yang tidak melalui upaya dari si hamba, maka kesabarannya adalah dalam menjalani ketentuan Allah yang menimbulkan kesukaran baginya.

Sedih (jangan bersedih)

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Dan mereka akan mengatakan (ketika berada di surga), ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kita’.” (Q.s. Fathir: 34).

Diriwayatkan darl Abu Sa’id al Khudry bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Tidak sesuatu pun keburukan menimpa seorang hamba yang beriman, apakah itu penderitaan, penyakit, kesedihan, atau rasa sakit yang merisaukannya, kecuali Allah swt. akan mengampuni dosa-dosanya.” (H.r. Ahmad, Bukhari Muslim).

Sedih (huzn) adalah keadaan yang menyelamatkan hati tersesat lembah kealpaan. Dan kesedihan adalah salah satu sifat para ahli penempuh jalan ruhani (suluk).

Ubudiyah

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan.” (Q.s. AI Hijr: 99).

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al Khudry dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah swt. dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya: Imam yang adil; pemuda yang bersemangat dalam ibadat kepada Allah swt.; seseorang yang hatinya berkait dengan masjid sejak saat ia keluar hingga kembali (ke masjid); dan dua orang yang saling mencintai karena Allah, yang bertemu dan berpisah karena Allah; seseorang yang mengingat Allah swt. hingga air matanya mengalir, serta seseorang yang digoda seorang wanita baik dan cantik, lantas menjawab dengan ucapan, Aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam,’, dan seseorang yang bersedekah dengan diam diam hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya.” (H.r. Bukhari Muslin2, Tirmidzi dan Nasa’i).

Bahaya Pergunjingan

Dari: Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

Allah swt. berfirman:
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik saudaranya kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menerima tobat lagi Maha penyayang. (Q.s. Al 14ujurat: 12).

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa ada seseorang laki-laki yang ikut duduk bersama Rasulullah saw, kemudian ia pergi. Salah seorang yang hadir berkata, “Alangkah lemahnya orang itu.” Rasulullah saw. bersabda, “Engkau telah memakan daging saudaramu ketika engkau menggunjingnya.”

Allah swt. mewahyukan kepada Musa as, “Barangsiapa meninggal dengan bertobat dari menggunjing, akan menjadi orang terakhir Yang masuk surga, dan barangsiapa meninggal dengan berterus-terusan melakukan pergunjingan itu, akan menjadi orang yang pertama masuk neraka.”

Best Verizon Cell Phone Deals and Plans | Thanks to CD Rates, Reverse Phone Lookup and Registry Software