Lia Aminudin dengan Edennya, hanyalah sepenggal dari perjalanan sejarah spiritual dalam dunia Islam. Barangkali banyak Lia Aminudin yang lain, yang gerakan, proses, organisasi, sistematisasi yang berbeda-beda, yang mengataskan “Wahyu”, mengatasnamakan sakralisme, missi kesucian, dan bahkan Mahdiisme. Padahal gerakan dan latar belakangnya, tidak jauh dari sebuah gerakan metafisikal, kebatinan, dan hampir-hampir menyerupai keparanormalan.
Banyak model dan kemiripan atas nama spiritualisme, bahkan atas nama Sufisme yang berkembang, tetapi justru lebih banyak yang menyesatkan, hanya karena kemiripan, keserupaan. Tetapi hakikatnya tidak sama dengan ajaran dan kebenaran yang hakiki.
Sebagaimana dalam sejarah perkembangan tasawuf dan thariqat, ada saja, sempalan-sempalan tasawuf dan thariqat yang jauh dari ajaran kaum Sufi, lalu mengklaim dirinya sebagai kebenaran yang dijanjikan. Akhirnya mereka yang anti tasawuf pun membuat analisa gradual, tidak karuan, menuduh bahwa Tasawuf tidak lebih dari ajaran yang menyimpang tersebut.

Posted in
Tags:

